Showing posts with label batik tulis asli. Show all posts
Showing posts with label batik tulis asli. Show all posts

Sunday, 17 April 2016

Batik Motif Timun Emas

Pusat Batik Tulis “ Sekar Langit “ berada di Kampung Batik Giriloyo adalah sebuah dusun di bawah kaki perbukitan Imogiri. Suatu bukit yang terkenal di daerah kawasan selatan Yogyakarta karena di sanalah raja-raja kerajaan Mataram Islam dimakamkan.Daerah Giriloyo ini sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (jaraknya hanya sekitar 15 km/ kira-kira 40 menit). Namun karena daerah ini terpencil dan berada di kaki bukit. Suasana khas pedesaan yang sepi dan sunyi namun penuh dengan kebersamaan dan kedamaian sangat mewarnai daerah tersebut.
Giriloyo dengan kesunyiannya sebenarnya menyimpan warisan budaya yang luar biasa, Giriloyo  merupakan sentra dari pengrajin batik di Yogyakarta salah satunya produsen batik tulis asli “ Sekar Langit “.

Wednesday, 11 June 2014

Batik Motif Putri Solo

Sejarah batik tulis Indonesia atau tehnik pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta, sebagai contoh batik yang sangat bersejarah adalah Motif Batik Tulis Putri Solo. Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik Tulis yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian 

Batik Motif Kunir Pita

Batik Tulis merupakan suatu warisan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Secara turun-temurun batik telah diwariskan dan sekaligus dilestarikan. Dengan media kain, malam dan canthing, masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta ,terus berkarya menghasilkan batik-batik yang semakin indah dan bernilai seni yang sangat tinggi , syarat makna dan filosofi. Harmonisasi antar sesama manusia, manusia dengan alam dan sang pencipta, maupun harapan akan kehidupan yang lebih baik, mereka tuangkan dalam motif dan ornamen. Selama ratusan tahun, tentunya sudah tak terhitung lagi berapa lembar batik yang telah dihasilkan. Motif-motif tersebut mempunyai makna dan filosofi yang berbeda-beda . Dalam perkembangannya, batik yang baik dilukis pada media kain Primisima dan kain sutera, dengan motif yang semakin beragam dan bahan yang semakin bagus, diharapkan masyarakat Indonesia “mau” kembali memasyarakatkan batik dengan memakainya sebagai pakaian sehari-hari.

Tuesday, 6 May 2014

Batik Motif Parang Slobog

Sejarah asal usul batik tulis Giriloyo konon berawal bersamaan dengan berdirinya makam raja-raja di Imogiri yang terletak di bukit Merak pada tahun 1654. Pada waktu itu, ketika Sultan Agung (cucu Panembahan Senopati) berniat membangun makam, beliau menemukan bukit yang tanahnya berbau harum dan dirasa cocok untuk dibuat makam. Namun, ketika pemakaman sedang dibangun, pamannya yang bernama Panembahan Juminah menyatakan keinginannya untuk turut dimakamkan di tempat itu. Ternyata yang meninggal duluan adalah pamannya. Oleh karena itu, yang pertama kali menempati makam tersebut adalah pamannya dan bukan Sultan Agung. Sultan Agung pun kecewa karena sebagai penguasa atau raja seharusnya yang pertama kali dimakamkan di situ adalah dirinya. Untuk menetralisir kekecewaan, Sultan Agung mengalihkan pembangunan calon makam untuk dirinya di bukit lain yang oleh penduduk setempat dinamakan “Bukit Merak” yang berada di Dusun Pajimatan wilayah Girirejo.

Monday, 5 May 2014

Batik Motif Parang Rusak

Indonesia memang kaya akan budaya dan seni, salah satunya adalah seni batik atau batik tulis, disamping memiliki nilai seni batik juga merupakan karya tradisi dan budaya terutama di tanah jawa. Batik Tulis sudah secara turun temurun diwariskan oleh nenek moyang kita sebagai suatu seni,tradisi dan budaya, hal ini bisa kita lihat di kampung batik Giriloyo - Yogyakarta, yang hampir semua warga di sini merupakan pengrajin batik tulis Asli.
Seni membuat karya seni  batik dikenal oleh beberapa etnis bangsa. Siapapun boleh membuat wastra batik. Batik Indonesia kaya pola dan motif, jumlah nya ribuan. Jumlah ini akan terus bertambah sejalan dengan kreativitas cipta para seniman batik yang terus tumbuh di negeri ini.
Pola dan motif Batik Indonesia yang merujuk pada sikap pandang manusia pada lanskap lingkungan dan kehidupan, diungkap dengan bentuk-bentuk stilasi. Seperti tumbuhan, gunung, hewan, sawah,sungai,laut dan ikon-ikon kehidupan kuno lainnya. Diyakini, tiap pola dan motif itu tercipta lewat olah laku kreatornya.

Thursday, 1 May 2014

Batik Motif Parang Barong

Indonesia memang kaya akan budaya dan tradisi yang mengandung nilai seni, sejarah dan filosofi, diantara warisan budaya leluhur adalah batik tulis, berbagai macam motif dan jenis terdapat di Indonesia sebagai suatu warisan budaya, seni dan juga petuah filosofi-filosofi kehidupan yang tak ternilai harganya. Diantara berbagai macam motif batik tulis salah satunya adalah motif " Parang Barong ". Berikut akan sedikit saya ulas mengenai sejarah dan nilai filosofi yang terkandung dalam motif batik tulis Parang Barong :
Motif batik tulis Parang Barong  ini berasal dari kata “batu karang” dan “barong” (singa). Parang Barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya motif ini pada zaman dahulu  hanya boleh digunakan untuk Raja, terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi. Motif ini diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta.

Tuesday, 29 April 2014

Batik Motif Parang Klithik

Batik atau Batik Tulis  adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Batik  berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. 

Monday, 28 April 2014

Batik Motif Sido Drajad

Centra batik tulis asli Yogyakarta " Sekar Langit, memproduksi dan menyediakan berbagai macam motif batik tulis klasik dengan kwalitas eksport, pada kesempatan ini kami perkenalkan motif batik tulis "Sido Drajad. "
Batik sido drajad dipakai oleh besan / mertua ketika upacara pernikahan, batik tulis Sido Drajad mengandung filosofi dan arti yang cukup tingga dalam khasanah budaya batik tulis Yogyakarta Sido dalam bahasa jawa berarti jadi atau mendapatkan atau berhasil atau bisa berarti pencapaian Drajad artinya kepangkatan, jabatan atau kedududukan, dengan memakai batik tulis sido drajad mengandung filosofi doa pengharapan agar di mudahkan pencapaian kemakmuran, drajad dan jabatan dalam kedudukan yang mulia.
Berikut beberapa macam batik tulis dengan motif Sido Drajad yang diproduksi oleh Centra batik tulis asli Yogyakarta " Sekar Langit " :

Saturday, 26 April 2014

Batik Motif Sido Luhur

Centra batik tulis asli kampung batik tulis Giriloyo – Yogyakarta “ Sekar Langit “ mempersembahkan karya-karya batik tulis dengan mutu dan kwalitas terjamin, terpercaya baik di dalam negeri dan luar negeri, di buat oleh para pengrajin batik tulis yang profesional dan berpengalaman dalam pembuatan batik tulis karena memang batik tulis telah menjadi akar budaya di kampung batik Giriloyo secara turun temurun. Pada kesempatan kali ini kami menampilkan motif batik Sido Luhur.
Motif-motif batik tulis  berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bisa tercapai. 
Motif Sida Luhur (dibaca Sido Luhur) bermakna harapan untuk mencapai kedudukan yang tinggi, dan dapat menjadi panutan masyarakat, Sido Luhur bisa diartikan juga telah tercapai keluhuran kehidupan dan kemulian kehidupan.

Friday, 25 April 2014

Batik Motif Wahyu Tumurun


Pusat batik tulis asli Yogyakarata “ Sekar Langit “ Tlp. 0274-7003224 Hp. 081215508040 memproduksi batik tulis asli Yogyakarta yang telah terbukti kwalitasnya baik di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu produk andalan yang di gemari masyarakat dunia adalah motif batik “Wahyu Temurun” yang sangat legendaris dan sarat dengan nilai-nilai filosofi kehidupan. 

Motif batik wahyu tumurun adalah salah satu motif batik klasik yang cukup diternama dan dikenal luas oleh masyarakat. Motif ini banyak digemari karena keindahan pola dan filosofinya yang mendalam. Kita dapat mengenali motif ini dengan mudah dari kekhasan polanya. Lihat saja pada pola motif utamanya. Pola mahkota terbang tampak lebih menonjol dengan tambahan motif sepasang ayam atau burung yang berhadap-hadapan. Di dalam mahkota biasa diberi isen bunga-bunga. Sebagai motif tambahan, ada yang membubuhkan berbagai pola tumbuh-tumbuhan yang bersemi, atau dalam ragam batik lebih dikenal dengan motif semen. Bisa juga dihiasi motif bunga-bunga yang bersebaran atau truntum, motif ukel, sogan, juga granitan. Motif tambahan ini sebagai variasi dari motif utama wahyu tumurun.